Friday, July 24, 2009

Apa sebenarnya pemimpin, terus bos?

Sebenarnya keduanya identik apabila dilihat dari sisi "tak bakalan jadi bos/pemimpin tanpa adanya anak buah. Tapi beda, bos yang sebenarnya dia punya duit juga, sedang pemimpin masih kerja ke bosnya lagi. Kelakuannya pun aneh2, terutama yang disebut pemimpin itu. Ada yang gila hormat dan minta dilayani apapun kemauanya tak pandang waktu dan situasi.

Bolehlah tapi ya cobalah dipikirkan, apabila ada keinginan berpikir balik kalau memang butuh orang lain yang mengerjakan. Faktor: banjir, macet, dan naik apa juga perlu dipikirkan. Memangnya bensin dibayarin? Rusak dibayarin? Arogansi: berbekal kekuatan di kantor, sialakan saja, misalnya ga terima sebuah reason "kenapa tidak menegerjakan sekarang". You can do by self?, pls you do that, if done: two or if I have more tumbs I will.

Yeah, you can get everithink as row materials, tools also but do you know knowledge? You have to learn. I will see...

Yeah... just see

Tuesday, July 21, 2009

Jalani saja...

Aku catet kilometer sebelum jalan mulai dari kostan, kantor CBD, kantor MB, kampus slipi, dan mentok balik kostan lagi. Alangkah capeknya perjalanan aku tiap harinya, belom debunya. Wes manteplah...

Terus...

Rencana pindah mBekasi sekitar pertengahan atau akhir bulan depan. Dah kebayang perjalan pagi, yang biasanya aku hanya tempuh 20 menit bisa berubah 90 menit dan harus xtra bagung lebih pagi. Kuwat gak yach... belum kalau malem sepulang kul, dari kampus taruhlah jam 21, berarti pe rumah jam 22an, kalau lancar kalau ga macet ga ketusuk paku dsb.

Sisa waktu masih lumayan panjaaaang, tapi ya harus kujalani, yah semua harus dijalani terlepas dari suka atau tidak suka. Bismillah, dengan itikad baik mudah2an semua lancar dan jadi lebih baik kedepannya. Amiin, soal lainnya yach wallahu 'a lam bissawab.

Hanya menjalani, ga bisa protes ga bisa menentukan: Usaha terus, PR seabreg-abreg soalnya meh dari semua dosen dah kasih assignment#

Friday, July 17, 2009

Friday, July 10, 2009

Seperti sampah

Apa begitu hinakah aku sehingga "walaupun aku mati2an tak ada apresiasi apapun itu bentuknya, terimakasih saja tidak". Kali ini aku diuji lagi mengenai ikhlas. Ngantuk, capek, lapar, lakut (karena memang aku ini terlahir takut dengan yang namanya hantu ehehhe). Itu antara lain cerita sampahnya diriku terkahir ini.
Mungkin anggapan orang melihat aku "WAH", kerja enak, dibutuhkan banyak orang, pastilah hasilnya juga "OK", akan tetapi ya itu hanyalah isapan jempol yang aku mau ga mau mesti nelan mentah dengan mengiyakan saja, daripada berargumen ga jelas.
Apakah memang kemapuanku ini belum bisa mendongkrak nilai jual diriku? Apakah aku ini masih terkesan kampungan dan yaa seperti kebanyak orang2? Terus... sebenarnya aku mampu tidak seh menyelesaikan tugas2ku, dan apakah pantas jika aku mulai berhitung dengan hal itu? dan lagi seberapa pantas mereka harus bayar aku? Ya tentunya tidak cukup dengan selembar tiket pesawat PP, selebihnya depend on me.

Kali ini keprofesionalismeku layak dipertanyakan: Sudahkah aku menjadi seorang yang profesional? Bukti? I cant describe one by one here but poeple knows that. Nah.. sekarang mo komper dengan another one because not only me. Lets say "bos maintenance", atau pendahulu saya.
Apa seh bedanya, apakah aku terlalu bodoh apabila dibandingkan dengan mereka2 sehingga dianggap yah.. gitu dah cukup lah. Masya Allah, kalau seandainya begitu. Terus harus bagaimana aku menunjukan kalau aku ini pinter dan loyal? Masih kurangkah? atau aku ini terlalu sok pinter dan sok loyal?

Ok. Aku dalam hal ini nulis seperti ini juga ada hal yang mendorong aku tuk nulis, kalau tidak kelewatan seh ya masih ditolerirlah. Tapi kalau dah muntah ya muntah saja... "tolong hargai aku yang layak sebagaimana kontribusi yang sudah aku berikan baik sisi kinerja dan loyalitas, atau... say good bye"

Friday, July 3, 2009

JKalau...

Daripada bete sendirian mending sambil nunggu lemotnya pc yang kaya putri solo kelaperan mending sambil nulis. Apa aja yang penting nulis. Sebenernya tadi dah nulis panjaaaaaang banget namun leptop mati2. Hai sodara mikocok: kanapa windows 7 kamu kok dimati2kan? aku kan legal pakai beta. ga adil, dan aku juga kan dah beli produk kamu seharga mobil kijang. Nah loh... mana rewardmoe?!

Huh.. daripada menghujat mending terusin lagi, kan tadi lagi berjika-jika (lihat judulnya lho ;p) bukan JK loh nanti pak JK ge-er, tapi beneran kok semalam pas debat terakhir aku diajak mas eri ngopi di depan unhas, rame banget.

Lah-lah-lah... nglantur meng endi ora. wes kacau dunia persilatan. Intinya cuma mo bilang:
JKalau mesin ini ga selelet ini mungkin aku dah dapat dua kali atau bahkan tiga kali hasil ini. Ampun dech, sehari semalem hanya dapat 7 butir. Itu kan namanya pelecehan. Tapi ya mo secangggih apapun si AiTi nya, mo jebolan Havard sekalipun JKalau mesin ginian ya sama saja bodong.
JKalau selanjutnya adalah coba ini njakarta pastilah aku ga pakai target karena ga mburu senen. Aduh DR. Henri, JKalau waktu bisa dimundurin maka mundurkanlah satu minggu saja. Ngotot ambil hari pertama karena kebiasaan, apabila hari pertama lewat esoknya pasti akan lewat juga kemungkinan lebih besar.

JKalau terkahir.... nialaiku nanti jeblok dan dah mati2an begini masa kudu ngulang lage :(

Ingin hati cepetan, namun...

Waduh, kali ini aku kerja ga pede dalam penentuan waktu. Memang sedari awal sudah mengukur seh bagaimana dulu pernah melakukan installasi ulang dengan mesin yang sudah berjibun data orang. Kalau mo cepet embat saja habis semua tapi kan ga profesional hehehe.. sok prof.

Ku ulang lagi bahkan lebih parah kali ini karena dari segi kuantitas lebih banyak dan dari sisi user lebih pengalaman. Huh... sampai aku ngetik ini baru dapat pc yang ke 7 start dari jam 11.00 - 05.00. Kalau spesifikasi mesin sama kenceng sih ok saja, tapi kan banyak model mesin yang sudah kadal-u-war-sa.

Jatah waktu sudah berkurang 1 hari, yang aku targetkan paling lama minggu sore balik, mudah2an masih bisa terkejar. Ga ada cara lain apa untuk legalisasi yang lebih cepet, bersih dengan data2 yang seabreg begitu? Wahai mikocok: kenapa tidak engkau buat sofware remote saja dimana apabila beli lisence ke kamu langsung kamu kerjain

Thursday, July 2, 2009

Kapan yach

dah lama rasanya ga nulis, sejak kejatuhanku dan terus sibuk dengan penyembuhan akhirnya kesampaian juga nongol lagi. Sendirian di kantor malam2, wiuh nekat saja. Makassar begitu dingin hari ini habis hujan deras tadi sore.

Niat banget klu aku nginep di kantor, masalahnya kalau tidak dikerjakan malam aku ga bakal bisa balik Jakarta on schedule. Jadi soal nanti kumat ya urusan dah di Jakarta, bukan disini. Dan aku bisa enjoy dengan kelas hari pertamaku nanti. Soal shidup susah aku dah dari kecil selalu susah payah, capek dan ga direken wes biasa.

Tapinya...

Masa seh mo susah terus, kok capek yach rasanya klu hidup mung isine susah dan rekoso terus. Ya Alloh gusti, kok aku dadi koyo ngene yoh. Apa karena kutukan? Hmmmm.. bangun bangun, masa depan masih panjang, jadi jangan terus2an terbawa arus masa lalu. Ga suram2 amat masa lalumu.
Lha tho.. esih ada orang yang bilang begitu, apalagi kalau mereka melihat diriku yang seperti saat ini. (maksude...:) berikut list cita2ku yang paling uptodate:
1. nyelesaiin kuliah
2. menyenangkan kedua orang tuaku
3. duwe omah dewe (walau nyicil dan kabeh dari titik nol)
4. entuk pendamping sing imane ok, cantik luar dalam, mo ngertiin dan nerima segala kekurangan aku (cita2: dokter atau perawat)
5. tuku yen ora iso kridit mobil sing madan memper
6~

Iku ae dulu, ya Allah... dengarkanlah dan kabulkanlah doa hambamu ini. Amiin.