Monday, January 25, 2010

...

Menangis. Saya terlalu sensitif mungkin untuk melihat orang menangis. Apalagi kalau yang menangis itu orang yang sangat disayangi. Serba salah dan bingung. Yang pada akhirnya ya mencoba menelusuri hari ini kemaren dan kemarennya lagi dimana kami bersama. Pertanyaan mulai dimainkan:
saya sudah membuat kesalahan apa yach... dah berbuat kasarkah atau kata2 saya tidak pas atau .. dan seribu atau atau yang lain. Biasanya kalau sudah mentok dan tidak mendapatkan jawabannya saya mencoba sholat, mungkin dengan sholat bisa lebih menenangkan diri saya dah pasangan saya. Semua beneran saya serahkan...

"mungkin saya sudah berbohong?". Bingung sebenarnya menerjemahkan bohong itu. Belom sempet gugling juga seh. Tapi mudah2an bohong dimana tidak merugikan orang lain diluar kategori berdosa yang fatal. contoh: ditanya kamu laper? dijawab tidak, saya sudah maem kok. Padahal bener2 laper dan belum makan.. nah loh..

Wednesday, January 13, 2010

Tuesday, January 5, 2010

Belajar hidup

Ternyata dah tua begini baru ngrasain bagaimana belajar hidup. Bagaimana mengontrol diri, hidup bersama seseorang yang lain dalam satu atap. Harus terima diatur ini itu, yang bisanya aku cuek bebek terutama soal pakaian mo melekat seminggu pun ga ngefek.. sekarang duhhh..
Masak: ibu bilang "makan.. jangan jajan diluar" so kami pun harus priper sendiri masak apa, enak ga enak harus makan hasil karya sendiri, dan penghargaan berawal dari diri sendiri, bagaimana awal makanan itu sampai tersaji di meja makan. proses pilih, beli, bawa, masak sampai akhirnya makan bersama. Dan kami alhamdulillah tidak neko2 soal makan, kacang panjang di rebus, sambel pecel, nasi.. dah cukup paling buat sambel, krupuk ples pete..

3 minggu kami bersama seatap akhirnya waktu aktifitas kembali memisahkan kami... ada sesuatu yang terasa hilang saat menginjakkan kaki di rumah.. ini komit kami dan ini hanyalah masa transisi namun kami tetap pada tujuan awal membangun hubungan berumah tangga yaitu "hidup bersama". Terimakasih ta..