Saturday, August 22, 2009

Ramadhan... harapanku yang kesekian kali ada keajaiban

Aku mencoba pasrahkan semua kepada-Mu ya Allah. Ini jalan hidupku yang telah engkau tuliskan. walaupun pada mulanya aku berontak... namun semua sia2. Ya Allah: jadikanlah hidupku lebih memiliki arti, lebih berwarna, lebih bermanfaat, tentramkanlah hati dan jiwaku. Aku mencoba untuk mengikhlaskan semua masa suramku dengan banyak beribadah kepada-Mu.

Tuesday, August 18, 2009

Kapan saatnya mimpi

Mimpi itu perlu untuk memacu diri lebih maju, lebih baik, lebih sukses dan lebihan yang lainnya. Namun mesti diingat, harus tahu kapan mimpi itu ditunjukkan ke temen kita. Karena apabila benar hanya mimpi yang 180 derajat lain dari kenyataan kita bisa termakan mimpi itu sendiri yang berakibat orang tidak lagi percaya kepada kita. [1]

Misalnya: (1) Rumah saya hanyalah gubuk kecil di bawah kolong, namun saya selalu bercerita ke teman2 saya kalau saya hidup di Pantai Indah Kapuk. Mungkin untuk beberapa saat saya aman, dan teman2 percaya akan omongan saya itu, tapi suatu ketika mereka akan tahu dengan sendirinya kalau rumah saya di kolong jembatan.
(2) Terus kadang juga saya mimpi sadar, punya pacar cantik anak orang kaya dan dia selalu perhatian. Menunjukkan ke teman saya kalau telp dan sms sudah seperti orang kecanduan narkoba. Itu menandakan sudah begitu dekatnya saya sehingga drajat sosial saya berharap naik didepan teman2 saya. Tapi mimpi ya tinggal mimpi, suatu ketika saya berjalan dan ketahuan seorang teman, kalau pacar saya itu satu kerjaan dengan teman saya sebagai cleaning service. Diuuuhhh...
(3) Adalagi... kemapuan saya yang serba minim baik dari sisi pendidikan dan kapabilitas membuat saya ingin berubah. Saya ingin dihargai, ingin dianggap orang. Dan untuk sebuah prestice tsb saya selalu bilang saya bekerja sebagai "ABC" dimana memang ABC tersebut merupakan bagian khusus dan hebat menurut sebagian banyak orang. Tapi ya... apes, mo sampai kapan, lah wong kostnya bareng anak2 produksi. Terus....

Ya mari kelaut aja... yukkk....
-----------------------------------------
ups jangan merasa yach, karena semua tulisan tsb diatas hanya fiktif belaka


Ref:
[1] Mario Teguh

Wednesday, August 12, 2009

warna kehidupan

Kadang aku berontak "kok tuhan ga adil ke aku yah, sebenarnya kriteria apa sih yang tuhan itu senengin?", dah coba berbuat yang terbaik (menurutku, entah orang lain yang menilai) baik sisi ibadah dan hubungan antar manusia.
1.. 2.. 3.. .. (kaya deret saja rasanya), terus2an.

ada kerinduan yang teramat, namun masih terkalahkan oleh ego dimana ego sakit jiwa yang membuat trauma (pe detik ini, masih terngiang makian dan kelakuan). Pernah aku mencoba dengan berontak ke tuhan, "iiihhh ngapain, lah wong si a saja ga ibadah bisa nyaman, gemuk, makmur jibar jibur, aku yang sepertinya nglakuin ga pernah putus: malahan payah"

dan itu kenyataan, tapi dengan alasan sibuk kerja jadi waktu habis ya untuk kerjaaaannnnnn dan kerjaaannn, tak ada hentinya. tiap hari trouble dan trouble. Akhirnya ya kembali nglakuin ibadah dan alhamdulillah soal urusan kerjaan tidak ada trouble yang berarti lagi, jadi bisa konsen kuliah, cari sampingan yang halal.

soal berat rasanya hidup inii dah biasa aku rasain, dah soal kekuaran dah dari kecil jadi tidak kaget: sekarang saja contohnya: duit ludes soal mo hidup besok jalanin saja, insya allah adalah rejeki, mudah2an tetap bisa istiqomah karena beneran Allah sayang ke diriku dan jiwaku dengan kecelekaan minggu lalu yang nyaris merenggut semuanya.

Saturday, August 8, 2009

Ternyata Allah SWT masih menyayangiku


Tepatnya 5 Agustus, sepulang kuliah waktu sekitar jam 20:30 di Jl. Suryo Pranoto (klu tidak salah, tiap hari lewat tapi ga ngeh..), pada perempatan lampu merah kedua, aku terjerembab lobang. Padahal motor sedang melaju pelan sekitar 80an. Gurbakssss................ motor oleng dan aku ga sanggup lagi mengendalikan.

Kalau tidak salah inget: aku nyungsep dengan kepala dan bahu kanan pertama yang mengendus aspal. Praxxx..... karena masih lumayan cepet, ga hanya jatuh lantas diem namun masih keseret, untungnya ga kebentur motor. Mati aku, gitu dah pikirku. Memang jatuh sudah langganan untuk aku, tapi ini yang paling parah dan yang pertama untuk malam hari. Buru2 aku bangun ga tau tenaga dari mana datangnya minggirin motor, dan astaghfirullah.... motor ga bisa dipakai sepertinya :(

Ada bapak2 tua nawarin diri tuk benerin motor akuw, aku nurut saja tapi ya sami mawon, buka baud aja kesusahan.. kok mo mbengkel, akhir2 nya ya duit. dah lagi kesakitan dimintain duit pula. "pak, kalau ke orang lain jangan gitu yach, kasihan... "
Cek isi tas... waduh leptopku penyok.... dah pucet saja rasanya, soalnya bukan leptop ku. mana data2 disitu semua lagi.

Perjuangan tuk sampai ke kostan bener2 xtra. Tangan kanan aku rasanya tebal banget, pe nulis ini pun aku masih ngilu. Aku bayangin gimana seandainya pas jatuh jari2ku menghujam ke aspal.. pastilah aku dah ga berjari lagi, dan bagaimana kalau aku pakai helm cemen, pasti rahangku dah patah (helm saja pecah) dan gimana kalau aku ga pakau jaket tebal, pastilah pundak dan tangan kananku dah ga berupa lagi (makasih shiba-san dan motomu-san: karena jaket itu aku selamat)

Dan akhirnya aku mesti ngrepotin adiku tuk anter, nungguin dan bawa balik selama aku belum mampu sendiri. sori pak cik, jadi repot neh.. Aciiihhhh yach...