Mimpi itu perlu untuk memacu diri lebih maju, lebih baik, lebih sukses dan lebihan yang lainnya. Namun mesti diingat, harus tahu kapan mimpi itu ditunjukkan ke temen kita. Karena apabila benar hanya mimpi yang 180 derajat lain dari kenyataan kita bisa termakan mimpi itu sendiri yang berakibat orang tidak lagi percaya kepada kita. [1]
Ya mari kelaut aja... yukkk....
-----------------------------------------Misalnya: (1) Rumah saya hanyalah gubuk kecil di bawah kolong, namun saya selalu bercerita ke teman2 saya kalau saya hidup di Pantai Indah Kapuk. Mungkin untuk beberapa saat saya aman, dan teman2 percaya akan omongan saya itu, tapi suatu ketika mereka akan tahu dengan sendirinya kalau rumah saya di kolong jembatan.
(2) Terus kadang juga saya mimpi sadar, punya pacar cantik anak orang kaya dan dia selalu perhatian. Menunjukkan ke teman saya kalau telp dan sms sudah seperti orang kecanduan narkoba. Itu menandakan sudah begitu dekatnya saya sehingga drajat sosial saya berharap naik didepan teman2 saya. Tapi mimpi ya tinggal mimpi, suatu ketika saya berjalan dan ketahuan seorang teman, kalau pacar saya itu satu kerjaan dengan teman saya sebagai cleaning service. Diuuuhhh...
(3) Adalagi... kemapuan saya yang serba minim baik dari sisi pendidikan dan kapabilitas membuat saya ingin berubah. Saya ingin dihargai, ingin dianggap orang. Dan untuk sebuah prestice tsb saya selalu bilang saya bekerja sebagai "ABC" dimana memang ABC tersebut merupakan bagian khusus dan hebat menurut sebagian banyak orang. Tapi ya... apes, mo sampai kapan, lah wong kostnya bareng anak2 produksi. Terus....Ya mari kelaut aja... yukkk....
ups jangan merasa yach, karena semua tulisan tsb diatas hanya fiktif belaka
Ref:
[1] Mario Teguh
No comments:
Post a Comment